variabel dan fokus penelitian

PENDAHULUAN

Dalam pembuatan rancangan pelaksanaan penelitian baik untuk pengajuan judul skripsi atau proposal, menguraikan metode yang digunakan dalam penelitian secara sistematis dalam rangka menjawab tujuan penelitian sangatlah penting supaya pembaca atau penilai menjadi jelas saat membaca tulisan yang disajikan oleh pengarang. Rancangan pelaksanaan penelitian meliputi proses membuat percobaan ataupun pengamatan serta memilih pengukuran variabel, prosedur dan teknik sampling, instrumen, pengumpulan data, analisis data yang terkumpul, dan pelaporan hasil penelitian.

Memilih variabel dalam objek penelitian tidak dapat dilakukan secara abstrak, namun harus benar – benar sesuai dengan objek penelitian. Namun terkadang kita tidak seratus persen paham definisi sesungguhnya dari variabel penelitian. Karena setiap kali mengajukan judul skripsi atau proposal ke dosen,  kemudian ditanya, “variabelnya apa?” Atau “variabel bebasnya apa, variabel terikatnya apa?” kita tidak dapat menjelaskannya secara gamblang. Atau bahkan kita mengerti namun tidak dapat menjelaskannya. Jadi kesimpulannya, kata variabel sudah sangat akrab dengan telinga kita namun belum benar – benar paham definisinya secara jelas.

Sedangkan penentuan fokus penelitian juga penting setelah menentukan nilai variabel, supaya observasi dan analisa hasil penelitian lebih terarah. Namun sering kali orang melupakan fokus penelitian tersebut, sehingga arah penelitian menjadi tak jelas tujuannya. Sedangkan penelitian yang baik adalah apabila tujuannya pun jelas.

Untuk itu kami akan coba membahas dan menjelaskan definisi dari variabel dan fokus penelitian serta contoh kasusnya dalam makalah ini. Mudah – mudahan bermanfaat bagi pembaca secara umumnya dan bagi kami secara khususnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN

VARIABEL

Secara singkat, variabel adalah gejala yang menjadi fokus peneliti untuk diamati. Menurut FN. Kelinger, “variabel sebagai sebuah konsep penelitian, atau objek penelitian.” Dan menurut Sutrisno Hadi, “variabel sebagai gejala yang bervariasi.” Secara jelasnya, variabel adalah suatu sebutan yang dapat diberi nilai angka (kuantitatif) atau nilai mutu (kualitatif). Variabel merupakan suatu istilah yag berasal dari kata vary dan able yang berarti “berubah” dan “dapat”. Jadi kata variabel berarti dapat berubah. Oleh sebab itu setiap variabel dapat diberi nilai, dan nilai itu berubah-ubah. Nilai itu berupa nilai kuntitatif maupun kualitatif. Ukuran kuantitatif maupun kualitatif suatu variabel adalah jumlah dan derajat atributnya.

Variabel merupakan pengelompokan secara logis dari dua atau lebih atribut dari objek yang diteliti. Atribut itu misalnya : Tidak sekolah, tidak tamat SD, tidak tamat SMP. Maka variabelnya adalah tingkat pendidikan dari objek penelitian itu. Variabel tingkat pendidikan merangkum semua atribut tadi.

Dilihat dari segi nilainya, variabel dibedakan menjadi dua, yaitu variabel diskrit dan variabel kontinu. Variabel diskrit nilai kuantitatifnya selalu berupa bilangan bulat, Variabel kontinu nilai kuantitatifnya bisa berupa pecahan. Apabila diambil dua bilangan bulat yang wajar sebagai nilai variabel, terdapat tak hingga banyaknya angka-angka yang mungkin menjadi nilai dari variabel yang sedang diukur itu. Ini jika digambarkan akan memberi kesan bahwa nilai-nilai variabel itu bersambung atau kontinu.

Dalam pembuatan rancangan pelaksanaan penelitian, biasanya hanya memuat satu, dua, atau paling tiga dari jenis variabel di bawah ini :

1. Variabel Independen

Variabel independen adalah variabel yang menjadi sebab atau berubahnya variabel lain (variabel dependen). Juga sering disebut dengan variabel bebas, prediktor, stimulus, eksougen atau antecendent.

2. Variabel Dependen

Variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel lain (variabel bebas). Juga sering disebut variabel terikat, variabel respons atau endogen.

Variabel inilah yang sebaiknya dikupas secara mendalam pada latar belakang penelitian. Berikan porsi yang lebih dalam membahas variabel terikat daripada variabel bebasnya karena merupakan implikasi dari hasil penelitian.

3. Variabel Moderating

Variabel moderating adalah variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Variabel moderating juga sering disebut sebagai variabel bebas kedua dan sering dipergunakan dalam analisis regresi linear atau pada structural equation modelling. Sebagai contoh, hubungan antara pipa PVC (Polyvinyl Chloride) atau Pralon dengan knee (pipa berbentuk belokan). Pipa PVC akan lekat dengan knee dengan menggunakan lem khusus PVC. Jadi, lem khusus PVC adalah variabel moderating yang memperkuat. Atau, lem kayu tidak dapat digunakan untuk mengelem pipa PVC dengan knee. Jadi lem kayu adalah variabel moderating yang memperlemah.

4. Variabel Intervening

Variabel intervening adalah variabel yang menjadi media pada suatu hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Sebagai contoh, prestasi kerja pengaruh ibu terhadap ayah akan semakin kuat setelah berkeluarga. Jadi, keluarga merupakan media bagi ibu dalam pengaruhnya terhadap ayah.

5. Variabel Kontrol

Variabel kontrol adalah variabel kecepatan menulis murid – murid suatu sekolah, yang diukur dan dibandingkan kecepatan menulis sekolah lain.

Semua jenis variabel di atas merupakan statis, yang berarti tidak berubah selama proses penelitian berlangsung. Sebenarnya ada lagi istilah yang lain, yaitu variabel dinamis. Variabel dinamis biasanya dipergunakan dalam penelitian kualitatif.

 

FOKUS PENELITIAN

Fokus penelitian adalah pemusatan konsentrasi pada tujuan dari penelitian yang dilakukan. Fokus penelitian harus dinyatakan secara eksplisit untuk memudahkan peneliti sebelum melakukan observasi. Fokus penelitian merupakan garis besar dari pengamatan penelitian, sehingga observasi dan analisa hasil penelitian lebih terarah.

Dalam menentukan fokus penelitian, harus menyertakan syarat – syarat sbb. :

1. Harus feasible, yakni masalah tersebut bisa diteliti, dan bisa dilakukan dengan cara yang efisien

2. Harus jelas, yakni bahwa semua orang mempunyai pemahaman yang sama dengan rumusan masalahnya itu.

3. Harus signifikan, yakni bahwa hasil kajiannya itu memberi kontribusi yang nyata terhadap pengembangan ilmu, perumusan kebijakan, atau masalah kamanusiaan lain.

4. Harus etis, yakni kajian dan hasil-hasilnya tidak bertendensi untuk menghujat atau menistakan orang lain.

Penelitian merupakan kegiatan menguji hipotesis, yaitu menguji kecocokan antara teori dengan fakta empirik di dunia nyata. Hubungan nyata ini lazim dibaca dan dipaparkan dengan bersandar kepada variabel, sedangkan hubungan nyata lazim dibaca dengan memperhatikan data tentang variabel itu.

Variabel adalah suatu sebutan yang dapat diberi nilai angka (kuantitatif) atau nilai mutu (kualitatif). Variabel merupakan pengelompokan secara logis dari dua atau lebih atribut dari objek yang diteliti. Atribut itu misalnya : Tidak sekolah, tidak tamat SD, tidak tamat SMP. Maka variabelnya adalah tingkat pendidikan dari objek penelitian itu. Variabel tingkat pendidikan merangkum semua atribut tadi.

Variabel merupakan suatu istilah yag berasal dari kata vary dan able yang berarti “berubah” dan “dapat”. Jadi kata variabel berarti dapat berubah. Oleh sebab itu setiap variabel dapat diberi nilai, dan nilai itu berubah-ubah. Nilai itu berupa nilai kuntitatif maupun kualitatif. Ukuran kuantitatif maupun kualitatif suatu variabel adalah jumlah dan derajat atributnya.

Dilihat dari segi nilainya, variabel dibedakan menjadi dua, yaitu variabel diskrit dan variabel kontinu.. Variabel diskrit nilai kuantitatifnya selalu berupa bilangan bulat, Variabel kontinu nilai kuantitatifnya bisa berupa pecahan. Apabila diambil dua bilangan bulat yang wajar sebagai nilai variabel, terdapat tak hingga banyaknya angka-angka yang mungkin menjadi nilai dari variabel yang sedang diukur itu. Ini jika digambarkan akan memberi kesan bahwa nilai-nilai variabel itu bersambung atau kontinu.

Data adalah hasil pengukuran atau penghitungan nilai-nilai suatu variabel. Yang dimaksud dengan pengolahan data pada prinsipnya adalah upaya penyajian dan pembacaan hubungan-hubungan yang ada antarvariabel. Menurut Narbuko dan Ahmadi, hubungan antarvariabel dapat berupa:

(a) Hubungan simetris, yaitu hubungan variabel yang satu tidak disebabkan oleh yang lainnya.

(b) Hubungan timbal balik, yaitu hubungan suatu variabel dapat menjadi sebab dan akibat dari variabel lainnya,

(c) Hubungan asimetris, yaitu hubungan variabel satu mempengaruhi variabel lainnya..

Yang termasuk hubungan variabel simetris: Pertama, kedua variabel merupakan indikator dari sebuah konsep yang sama. Misalnya: Kalau “mengerjakan cepat selesai” sedang “hasilnya tepat”, maka kedua variabel tersebut merupakan indikator dari seorang yang intelegen”. Hal ini dapat diartikan kalau “karena cepat” lalu “hasilnya tepat” atau sebaliknya; “jantung yang berdenyut semakin cepat sering dibarengi keluarnya keringat tanda kecemasan“ namun demikian, tidak kdapat dikatakan “jantung yang berdebar cepat menyebabkan tangannya berkeringat” dan sebagainya.

Kedua, variabel merupakan akibat dari suatu faktor yang sama; meningkatkan pelayanan kesehatan dibarengi pula dengan bertambahnya pesawat udara. Kedua variabel tidak saling mempengaruhi, tetapi keduanya merupakan akibat dari peningkatan pendapatan. Ketiga, kedua variabel lsaling berkaitan secara fungsional, “dimana yang satu beradayang ;lainnya pun pasti di sana”. “Di mana ada guru, di sana ada murid”, di mana ada majikan, di sana ada buruh”. Kemmpat, “hubungan yang kebetulan semata-mata”. Seorang bayi ditimbang lalu mati keesokan harinya. Berdasarkan kepercayaan, kedua peristiwa tersebut dianggap berkaitan, tetapi di dalam penelitian empiris tidak dapat disimpulkan bahwa bayi tersebut meninggal karena ditimbang.

Hubungan timbal balik disini bukanlah hubungan, di mana tidak dapat ditentukan variabel yang menjadi sebab dan variabel lyang menjadi akibat. Tetapi yang dimaksudkan di sini adalah apabila suatu waktu, variabel x mempengaruhi variabel Y, sedang pada waktyu yang lain, variabel Y mempengaruhi variabvel X. Contohnya “ penanaman modal mendatangkan keuntungan dan pada gilirannya keuntungan akan memungk9nkan penanaman modal. Jelasnya: ‘variabel terpengaruh dapat menjadi variabel pengaruh”.

Dalam hubungan asimetris ini ada beberapa ketentuan hubungan sebagai berikut: Pertama, hubungan antara stimulus dan respons. Hubungan yang demikian itulah merupakan salah satu hubungan kausal, yang lazim dipengaruhi para ahli. Contonya, seorang insinyur pertanian mengamati adanya pengaruh pupuk terhadap buah yang dihasilkannya; seorang psikolog meneliti pengaruh kerasnya musik terhadap tingkah konsentrasi. Seorang pendidik mengamati pengaruh metode mengajar terhadap prestasi belajar para siswa.

Kedua, hubungan antara disposisi dan respon. Disosisi adalah kecenderungan untuk menunjukkan respons t ertentu dalam situasi tertentu, bila ‘stimulus” datangnya pengaruh dari luar dirinya, sedangkan “disposisi” berada dalam diri seseorang. Contoh: Sikap kebiasaan, nilai, dorangan, kemampuan, dan lain sebagainya. Suatu respon sering diukur dengan mengamati tingkah laku seseorang, misalnya: pemakaian konstrasepsi, migrasi, perilaku inivasi dan sebagainya.

Ketiga hubungan antara diri individu dan disosisi atau tingkah laku. Artinya ciri di sini adalah sifat individu yang relatif tidak berubah dan tidak dipengaruhi lingkungan, seperti seks, suku bangsa, kebangsaan, [pendidikan, dan lain-lain.

Keempat, hubungan antara parekondisi yang perlu de4ngan akibat tetentu. Contoh: agar pedagang kesil dapat memperluas usahanya diperlukan antara lain persyaratan pinjaman bank yang lunak, hubungan antara kerja keras dengan keberhasilan jumlah jam belajar dengan nilai yang diperoleh. Kelima, hubungan yang imanen antara dua variabel. Di dalam hubungan ini terdapat jalinan yang erat antara variabel satu dengan variabel yang lain. Jelasnya: apabila variabel yang satu berubah, maka variabel yang lain ikut berubah. Contonya hubungan antara semakin besarnya syatu organisasi dengan semakin rumitnya peraturan yang ada. Keenam, hubungan antara tujuan (ends) dan cara (means). Contonya: penelitian tentang hubungan antara kerja keras dan keberhasilan. Jumlah jam belajar dengan nilai yang diperoleh pada waktu ujian, besarnya penanaman modal dengan hasil keuntungan.
Pengukuran Variabel

Pengukuran variabel adalah penting bagi setiap penelitian sosial, karena dengan pengukuran itu penelitian dapat menghubungan kosep yang abstrak dengan realitas. Proses pengukuran mengandung empat kegiatan pokok sebagai berikut: Pertama, menentukan indikator untuk dimensi-dimensi variabel penelitian.. Variabel penelitian sosial pada umumnya memiliki lebih dari satu dimensi. Semakin lengkap dimensi yang digunakan dari satu variabel yang dapat diukur akan semakin baik hasil pengukurannya. Kedua menentukan masing-masing dimensi. Ukunan ini dapat berupa item (pertanyaan) yang relevan dengan dimensinya. Ketiga, menentukan ukuran yang akan digunakan dalam pengukuran apakah tingkat ukuran nominal oardinal, interval atau rasio. Keempat, menguji tingkat validitas dan areliabilitas sebagai kriteria alat pengukuran yang baik. Alat pengukur yang baik, apabila alat itu dapat mengungkap relaita itu dengan tepat.

 

Merumuskan definisi operasional variabel-variabel.

Setelah variabel-variabel diidentifikasikan, dan diklasifikasikan, maka variabel-variabel tersebut perlu didefinisikan secara operasional (Bridgman, 1972). Penyusunan definisi operasional ini perlu, karena difinisi operasional itu akan menunjuk alat pengambil data, mana yang cocok untuk dipergunakannya. Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan, yang dapat diamati (diobservasi), konsep yang dapat diamati, atau diobservasi merupakan hal sangat penting, karen hal yang dapat diamati itu embuka kemungkina bagi oarang lain, selain peneliti sendiri uantuk dilaksanakan, juga oarang lain dapat melakukan hal yang serupa, sehingga apa yang dilakukan oleh peneliti terbuka untuk kdiuji kembali oleh oarang lain.

Cara menyususn definisi operasional dapat bermacam-macam, yaitu:

(1) yang mnekankan kegiatannya, apayang perlu dilakukan. Contoh frustasi adalah keadaan yang timbul sebagai akibat tercegahnya pencapaian hal sangat diinginkan yang sudah hampir tercapai. Lapar adalah keadaan individu yang timbul setelah ia tidak makan selama 24 jam. Definisi ini adalah yang menekankan perasi atau manipulasi apa yang harus dilakukan untuk menghasilkan keadaan atau hal yang didefinisikan, terutama berguna untuk mendefinisikan “variabel bebas”.

(2) yang menekankan bagaimana kegiatan itu dilakukan. Conto: orang cerdas adalah orang yang tinggi kemampuannya dalaml memecahkan masalah, tinggi kemampuannya dalam menggunakan bahasa dan bilangan. Dosen yang otoriter adalah dosen yang menuntut mahasiswanya melakukn hal yang dapat seperti yang digariskannya, suka memberi komando, dan mengutamakan khubungan formal dengan mahasiswanya.

(3) yang menekankan sifat-sifat statis hal yang didefinisikan. Contoh: mahasiswa yang cerdas yaitu mahasiswa yang m,empunyai ingatan yang baik, mempunyai perbendaharaan yang baik, mempunyai perbendaharaan kata yang luas, mempunyai kemampuan berpikir baik, mempunyai kemampuan berhitung baik.

Ekstraversi adalah kecenderungan lebih suka ada dalam kelompok daripada seorang diri. Setelah membuat definisi operasional sebagaimana contoh-contoh tersebut di atas, selanjutnya poeneliti menunjuk kepada “alat” yang dipergunakan untuk mengambil data-datanya. Setelah definisi operasional variabel-variabel penelitian selesai dirumuskan, maka prediksi yang terkandung dalam hipotesis telah dioperasionalisasikan. Jadi peneliti telah meneliti prediksi tentang kaitan berbagai variabael penelitiannya itu secara oprasional dan siap diuji melalui data empiris.

PENUTUP

Demikianlah pengertian dari variabel dan fokus penelitian yang dapat kami jelaskan. Sebagai kesimpulan, definisi dari variabel secara singkat adalah, gejala yang menjadi fokus peneliti untuk diamati. Sedangkan lengkapnya, variabel merupakan suatu istilah yag berasal dari kata vary dan able yang berarti “berubah” dan “dapat”. Jadi kata variabel berarti dapat berubah. Oleh sebab itu setiap variabel dapat diberi nilai, dan nilai itu berubah-ubah. Nilai itu berupa nilai kuntitatif maupun kualitatif.

Variabel terbagi dua jenis, variabel statis dan dinamis. Variabel statis nilainya tidak dapat berubah – ubah, digunakan dalam penelitian kuantitatif. Sedangkan variabel dinamis nilainya dapat berubah – ubah, digunakan dalam penelitian kualitatif.  Yang termasuk variabel statis adalah sbb. :

1. Variabel Independent

2. Variabel Dependent

3. Variabel Moderating

4. Variabel Intervening

5. Variabel Kontrol

Sedangkan fokus penelitian adalah pemusatan konsentrasi pada tujuan dari penelitian yang dilakukan. Dalam pembuatan fokus penelitian harus menyertakan syarat – syarat sebagai berikut :

1. Harus feasible

2. Harus jelas

3. Harus signifikan

4. Harus etis

DAFTAR PUSTAKA

http://library.gunadarma.ac.id/modules/guideline/skripsi_fpsi.doc

http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-makalah-tentang/metodologi-penelitian-0

http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/…/42019-7-421636922201.doc

http://http://rakim-ypk.blogspot.com/2008/06/pengertian-variabel.html

 

 

2 Tanggapan to “variabel dan fokus penelitian”

  1. masslucky Says:

    wah… di bLog aLfi byk semUt-semUt nakaL…
    Lht py gw jg dUnkz, hOo…
    luckybae.blogspot.com


Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 455 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: