Belajar dari Seekor Semut

Marilah kita belajar dari seekor semut. Kenapa harus semut? Bagi saya, semut adalah serangga ciptaan Allah SWT yang paling unik dan paling banyak hikmahnya.

Bayangkan, seekor semut dapat mengangkat beban seberat 100x berat badannya. Selain itu seekor semut adalah serangga yang pandai bersosialisasi (coba lihat ketika seekor semut bertemu dengan semut lainnya, mereka akan saling bersentuhan seakan – akan sedang berjabat tangan), mengandalkan azas gotong – royong dalam mengerjakan pekerjaannya, pantang menyerah meskipun kakinya tidak lagi utuh (ketika melihat temannya pincang, semut – semut lain akan datang beramai – ramai dan mengangkatnya bersama – sama membawanya kembali ke sarang), dan semut juga seekor serangga yang sangat pandai bersyukur. Seperti dikutip dalam cerita berikut :

Nabi Sulaiman AS sedang berjalan, beliau melihat seekor semut sedang membawa sebutir kurma yang besar dan beratnya jauh melebihi tubuh semut itu. Lalu Nabi yang mengerti bahasa binatang itu bertanya : “Untuk apa kurma yang kau bawa itu?”. “Ini adalah kurma yang Allah SWT berikan kepadaku sebagai makanan selama satu tahun”, jawab sang semut.

Mendengar penuturan ini, Nabi Allah Sulaiman segera kembali ke istana dan mengambil sebuah kurma yang lebih besar serta sebuah botol. Setelah kurma itu dibelahnya menjadi dua bagian, kemudian ia berkata : “Wahai semut, silahkan masuk ke dalam botol ini, aku telah membagi dua kurma ini dan aku berikan separuhnya kepada mu sebagai makananmu selama satu tahun. Tahun depan aku akan datang lagi untuk melihat keadaan mu.”

Setahun kemudian, Nabi Sulaim kembali melihat si semut. Beliau tersenyum, saat melihat kurma yang diberikannya itu tidak banyak berkurang. Dengan bijak ia bertanya : “Wahai semut, mengapa engkau tidak menghabiskan kurma itu ?”. Semut menjawab : “Selama ini aku hanya menghisap airnya dan aku banyak berpuasa. Selama ini Allah SWT yang memberikan kepada ku sebutir kurma tiap tahunnya, akan tetapi kali ini engkau memberiku separuh buah kurma. Aku khawatir tahun depan engkau tidak memberiku kurma lagi karena engkau bukan Allah pemberi rezeki.”

Mendengar ungkapan semut itu, Nabi Sulaiman AS tersenyum dan berkata : “Engkau hai semut, selain mahkluk yang giat bekerja dan taat juga pandai bersyukur atas rezeki yang engkau dapat dari Allah dan pula engkau sangat yakin bahwa Allah akan menjamin rezekimu.” (sumber)

Seekor semut juga memiliki kepribadian yang amat luar biasa dalam kehidupan, diantaranya adalah :

Pantang menyerah, berpikir ke depan, bersikap positif, dan selalu mengerjakan semua yang ia mampu. (sumber)

Bahkan menurut Prof. Dr.Harun Yahya, ada tiga Profesor di Amerika Serikat yang sudah puluhan tahun menyelidiki kehidupan semut, namun tidak tuntas-tuntas, saking penuh keajaibannya. Subhanallah, sungguh banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari seekor semut. Oleh karena itulah saya banyak berkaca pada seekor semut.