Kini Aku

Terjebak, kemudian menyeburkan diri hingga ke dasar. Mungkin ini yang gue lakukan sekarang. Lulus kuliah niat hati ingin menjadi apa, kemudian coba bekerja dan tersesat di bidang apa.

Tapi rasanya, memang jalan ini juga hal yang gue sukai. apa lagi sekarang sudah era digital ya. Bekerja di bidang digital dirasa cukup bisa membawa gue sampe beberapa tahun ke depan asal mampu mengikuti perkembangan yang cepatnya minta ampun ini.

Dengan begitu, ceburkan saja diri sedalam-dalamnya di bidang ini. kemudian belajar hingga ahli. Toh apapun yang ahli akan dicari, bukan?wpid-rural-crossroads12

Himalaya bahkan akan aku taklukan

Himalaya

coba khayalkan sejenak sepuluh tahun nanti

hidupmu coba bayangkan sejenak  

misalkan ada aku yang menemani hari demi hari

yang tak terhitungmisalkan itu aku yang terakhir untukmu
untuk itu kan ku persembahkan

himalaya bahkan akan aku taklukkan

tanpa cahaya di kegelapan berbalutkan pelita hatimu 

di aku di aku dan kamu pasti kan kau melihat aku
saat ku gapai puncak tertinggi bersama tujuh warna pelangi 

misalkan semua terjadi meski belum terjadi sekarang 

kita renungkan sejenak cara agar semua bisa terjadi 

walau ku tak tahu tak semudah itu
tapi coba sekali lagi bayangkan aku

untuk itu kan ku persembahkan

himalaya bahkan akan aku taklukkan tanpa cahaya di kegelapan
berbalutkan pelita hatimu 

di aku di aku

dan kamu pasti kan kau melihat aku 

saat ku gapai puncak tertinggi

bersama tujuh warna pelangi

Keprihatinan Bangsa Ditinggal Bibit Cerdas Anak Indonesia

Hari ini tanggal 23 Juli Bangsa Indonesia merayakan Hari Anak Nasional. Dari perayaan ini, muncul banyak keprihatinan mengenai pendidikan dari saya pribadi. Pertanyaan paling pelik dalam diri adalah, apakah kita bisa maju jika bibit-bibit unggul kita dibajak oleh negara asing?

Terdapat banyak aspek mengapa pembangunan Indonesia tumbuh melambat, jalan merambat. Misalnya saja mindset anak-anak muda sekarang. Mereka merasa dirinya diakui cerdas jika sudah diterima kuliah di kampus luar negeri, kemudian kerja di luar negeri, berpenghasilan jauh lebih besar dibanding saudara sebangsa di dalam negeri.  Continue reading

Lomba Mewarnai Staedtler LUNA

10460276_480629825426424_3464166776025931492_n

Tunjukan karyamu dengan menggambar serta mewarnai menggunakan produk Staedtler Luna. Tiga likes terbanyak dan Sepuluh hasil terbaik akan mendapatkan HADIAH TOTAL JUTA-an RUPIAH dari Staedtler. Foto hasil karyamu menjadi hak milik Staedtler.

Sahabat Staedtler membuat hasil karya dengan menggunakan produk Staedtler (crayon wax,oilpastell, watercoloured pencil, coloured pencil, atau fiber tips pen). Kemudian foto yang disertai dengan produk Staedtler-nya dan uploud ke website kami. Continue reading

Siapa yang Salah? Apa Ada yang Salah?

Video di atas merupakan salah satu campaign di Singapura. Terdapat perdebatan dalam campaign ini. Bisa dibilang, kontroversial kali yah.

  1. Tema Campaign #OnedayOff untuk asisten rumah tangga. Di Malaysia dan Singapura, beberapa ormas sedang gencar mengangkat masalah hak asisten rumah tangga agar mempunyai waktu untuk beristirahat. Tapi nyatanya, mereka lebih senang tetap bekerja dan mendapatkan uang lembur untuk tambahan kirim uang kepada keluarga di kampung atau negara lain
  2. Campaign ini menyinggung tentang ibu stay di rumah dan ibu bekerja. Untuk masalah ini, kita gak bisa kedua peran berbeda dari seorang ibu. Toh masih banyak juga ibu yang tidak bekerja tetapi mempunyai asisten rumah tangga untuk menjaga anak mereka. Atau ibu bekerja tetapi masih mengurus segala kebutuhan anak dan keluarga.
  3. Lebih jauh sih. Masalah gender. kalau ada perbandingan antara babbysitter dan ibu, lalu ayahnya kemana? Apakah mengurus anak sepenuhnya kewajiban perempuan? Apakah porsi mendidik anak diserahkan sepenuhnya kepada wanita?

Yah begitu deh kalau mau bikin campaign yang oke. Dilihat dari hal sekitar dulu, yang kadang mungkin sering terlewat karena terlalu bias. Masalah kontroversial, itu bisa-bisaan marketingnya aja supaya campaignnya gede. Black and white campaign. Kali.

Selamat Hari Kebangkitan Nasional

kebangkitanSebelum menulis di sini, gue gak paham apa sih yang dimaksud Hari Kebangkitan Nasional. Kalau gue peringatin 17 Agustus, berati Indonesia Merdeka. Kalau Hari Kartini, doi pembawa emansipasi wanita. Nah kalau Hari Kebangkitan?

Karena penasaran, gue coba googling apa sih makna dari Hari Kebangkitan Nasional. yah emang gue-nya aja kali ya yang cupu, tapi gue yakin, 80 persen anak muda sekarang, gak paham makna Hari Kebangkitan Nasional. Mereka lebih paham CJR*, Syahrini*, atau Tau Ming Se* (Ps: sebenernya itu hal-hal yang gue tau). Ternyata, Hari Kebangkitan Nasional mempunyai hubungan erat dengan Organisasi Boedi Oetomo. Continue reading

Aku Jatuh Cinta

Aku jatuh cinta…

Ya jatuh cinta lagi setelah aku tak percaya akan bisa merasakan perasaan ini lagi.. Semua berubah saat bertemu dengannya.

Aku jatuh cinta..

Sungguh aku jatuh cinta pada dirinya..

pria

Pertemuan dua belas

Brett-Zalaski-12“Apakah pertemuan 13 akan ada?” Itu pertanyaan yang dia ajukan saat kita ketemu untuk terakhir kalinya.

Pertengahan 2008 lalu, gue kenal dengan orang asing yang sebelumnya memang gue ga tau sama sekali dengan dia. Sebut aja namanya Andi. Pertemuan gue sama dia juga berawal dengan hal yang bener-bener ga penting. Cuma karena dikenalin temen via hp, akhirnya kita ketemu, dan terciptalah persahabatan yang super duper awet (Maklum jaman dulu masih blm trlalu banyak yg pake hp, jd penjahat rebek belum berkeliaran).

Andi kenal gue dari buku kenangan waktu gue pergi ke Pare, Jawa Timur untuk les bahasa inggris. Sepulang dr pare, dia hubungin gue. Katanya dia tahu nomor gue dr buku cendramata tempat gue les dulu. Buku itu pun bukan punya dia, tp punya temen kampusnya yg kebetulan satu institusi di sana. Continue reading

Sepatu Biru dan pink

http://www.dreamstime.com/royalty-free-stock-photo-two-pairs-baby-boy-girl-shoes-closeup-cute-pink-blue-isolated-white-background-image31231685

Sepatu gue berwarna biru. Bukan sepatu mahal dan bukan sepatu gaya. Ini hanya sepatu kets yang biasa gue pake kalau bepergian kemana-mana. Waktu masih kerja sebagai wartawan, sepatu ini membantu banget mobilitas gue. Dia menjaga kaki gue dari panasnya terik matahari. Sepatu hanya sepatu, tapi sepatu yang menentukan kemana kita akan pergi.

Dulu gue pernah nonton film korea. Ada sedikit kutipan yang masih gue inget. “Sepatumu yang menentukan kemana kamu akan pergi.” Intinya sih, kalau lu pake sepatu hi hils atau wedges, lu pasti pergi ke tempat-tempat bersih dan rapi. Mungkin ke acara pernikahan, kantor, hotel bintang lima, atau restoran mewah. Sedangkan kalau lu pake sendal jepit, alas kaki itu akan membawa lu ke tempat yang memang pantas di datangi sandal jepit. Misalnya kamar mandi, sawah, empang, ya begitu lah. Continue reading